27.2.11

secangkir chocolate mint dan kamu ..

saya duduk di sofa warna merah saat saya melihat kamu ada di balik meja sedang membuat pesanan kopi meja sebelah saya. sudah 2 hari datang kemari dan duduk di meja yang sama , nomer 5 dan sofa warna merah. dan sudah 2 hari juga saya memperhatikanmu, sibuk dengan mesin pembuat kopi. dengan sesekali merapikan rambutmu yang sedikit agak keriting itu. saya suka melihatnya.

vanila sensation .
itu yang saya pesan pertama kali, dan kamu bilang sedang tidak ada .
saya menanti .
melihat daftar menu sambil melirikmu yang sekarang berdiri tepat dihadapan saya. dan saya meminta minuman terbaik yang ada di kedai kopi ini. dan akhirnya hazelnut shake jadi pilihan saya. 

hari lain saya datang lagi ke kedai kopi saya.
kali ini saya mau chocolate mint, dan kamu muncul di hadapan saya mengantarkan pesanan saya.
dan saya merasa gemuruh di hati saya hari itu menghilang,

hei kamu !
pria yang berhasil meredam gemuruh dalam hati saya, siapa nama mu ?

21.2.11

pretending just like i am tonight .

ia .
berusaha menghapus memori yang tersimpan agar saya bisa melupakan ia. agar saya bisa kembali pada mereka. saya terhimpit dalam keadaan yang mulai menyesakkan ini. dan saya hanya bisa menopang dagu, menyaksikan ia berlari-lari dalam pikiran saya. sementara saya dilarang keras untuk melirik apa yang sedang ia lakukan pada hati saya.

ia.
sama sekali tidak mengetahui, bahwa memori itu sudah tertanam rapi. tidak bisa dirubah, dan akan tetap saya kunci. saya tidak ingin menghapusnya, sekalipun ia berusaha keras untuk menghapus memori saya tentang ia. bulir air mata rasanya sudah tidak bisa lagi menggambarkan bagaimana pertahanan saya sedang saya perbaiki. bercerita pada secangkir kopi tidak bisa mencapai klimaks. saya hanya bisa menutup muka saya dengan bantal, agar teriakan saya tidak terdengar. dan sekali lagi itu belum mampu tuntaskan semua.

ia.
bukan yang memegang kunci hati ini. tapi saya suka saat ia peluk saya, senyumnya, nasehat yang ia berikan pada saya karna memang usia kita terpaut, kebaikannya dan saat saya dan ia tertawa. dan saat saya membuka mata, ada ia disamping saya mencium kening saya.

ia.
saya tidak perduli bagaimana masa lalu yang ia lalui, karna saya tidak mau menjadi bagian dari masa lalunya. saya hanya perduli apa masih ada tempat bagi saya untuk nanti di masa depannya ? saya lapar, lapar akan hadirnya ia disamping saya, dan saya hanya bisa duduk diam. meanrikmu disamping saya membutuhkan banyak tenaga. dan saya sedang kehabisan tenaga. jadi saya harus menikmati lapar ini.

saya.
hanya bisa memakai topeng untuk menutup kesedihan saya. kesakitan saya yang akan saya redam sendiri.