3.5.11

angka dan lelaki muda itu.

masih pukul dua lewat 10 menit.
saat saya dan teman saya sejenak beristirahat setelah menghabiskan beberapa saat tadi mencari informasi.
segelas lemon tea dan semangkok bakso buatan teman , menemani saya menulis. sejenak saya menyadari sesuatu sedang terjadi disebelah kanan saya. saya bukan menguping atas pembicaraan mereka, hanya angin membawa suara mereka sampai di telinga saya.

perempuan berseragam SMA itu tiba-tiba datang, lantas melemparkan tasnya begitu saja diatas kursi kayu. sementara lelaki yang dihampirinya nampak terkejut melihat perempuan yang dinantinya menangis. perempuan itu tersedu, rambutnya sudah tak lagi rapi, keringat seperti tercampur dengan air matanya. sementara lelaki itu berusaha menenangkan kekasihnya yang berada dihadapannya.
sayup pembicaraan mereka mulai terdengar. dengan nada halus lelaki itu masih tetap berusaha menangkan perempuan yang masih tersedu.

perbedaan usia.
lelaki itu hanya terpaut beberapa tahun dan perempuan itu jauh berada dibawah usianya.
beberapa orang terlihat mulai menentang hububungan mereka. dalam hal ini selalu lelaki yang nantinya menjadi kambing hitam yang dipersalahkan.

beberapa waktu lalu saya sempat mengalami hal yang serupa.
seseorang lelaki muda menaruh hati kepada saya. jujur saja, saya nyaman dengan perhatian yang ia berikan kepada saya kala itu. tapi lama kelamaan saya menyadari sesuatu, hanya saja saya masih mengingkarinya. saya masih menginginkan kebersamaan saya dengan dia. dia selalu mengeluh tentang usia yang terpaut cukup jauh dengan saya. dan sekali lagi saya mengakui, saya tidak pernah mempermasalahkan masalah usia antara saya dan dia.

bagi saya usia hanya sebuah angka yang dipakai untuk mengukur berapa lama manusia hidup semenjak dia lahir di muka bumi ini. lantas berapa lama rasa sayang ada di dunia? lalu kenapa hanya karena masalah angka, saya harus membohongi nurani saya bahwa kita berdua tidak pantas untuk bersama. padahal saya masih menginginkan perhatian dan kasih sayang yang dia berikan.

meskipun hubungan itu hanya beberapa waktu, saya menghargai dengan sepenuh hati bahwa dia pernah mengisi sudut hati saya. meminjamkan hatinya untuk saya peluk meski hanya cuma sebentar. terkadang saya berpikir, apa yang ada dalam batin saya hingga saya menaruh hati kepada dia yang terpaut usia beberapa tahun dengan dia. padahal hanya permasalahan angka. hanya itu.

bahkan kedewasaan seseorang tidak bisa ditentukan oleh hanya sebuah usia.
sampai detik saat saya menulis ini , saya masih menaruh sekelumit harapan atas dia.
*faldi.

0 komentar:

Posting Komentar