sore ini jalanan masih terlihat masih basah, dan bau tanah masih menyengat terkena hujan.
perut saya sudah mulai paduan suara sejak siang tadi. ditambah lagi saya harus lembur semalaman karena ada tugas dengan deadline waktu yang sangat sempit.
saya memutuskan untuk mampir ke kafe langganan saya, dan hari ini saya memilih smooth mocha latte sebagai teman saya menulis cerita kali ini. saya tidak sendiri saat ini , bersama teman saya . si peramal tarot.
sebenarnya saya sudah membuat janji dengan salah satu orang yang sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri. hanya untuk melunasi hutang saya dengan dia karna saya mewawancarainya untuk tugas saya. pembicaraan saya kali ini dimulai dengan saya dan si peramal tarot. tentu saya masih membicarakan lelaki yang saya tunggu itu. lelaki yang peramal tarot bilang kalau dia lebih memilih hubungan yang tidak jelas yang terjalin bersama saya. dan keadaan lelaki itupun sekarang sedang diselimuti gulana yang kelam. saya hanya memutar bola mata, karna sepertinya dia baik-baik saja, bahkan masih usil dengan saya kemarin.
pembicaraan terus mengalir hingga teman saya datang bersama teman dekatnya yang baru. yang tentu saja bukan menjadi urusan saya. ternyata dia juga tertarik dengan ramalan tarot ini. jadilah mereka berdua diramal oleh si peramal tarot sesuai dengan keadaan mereka masing-masing.
teman dekat barunya itu mengaku, bahwa ia sedang berselisih paham dengan seseorang yang pernah meminjam hatinya dia dulu. selisih paham yang sampai saat ini kelihatannya belum bisa usai sepenuhnya.
kata si peramal tarot, lelaki yang meminjam hatinya itu sedang mengalami rasa bimbang dan membutuhkan seseorang. sementara orang yang pernah dipinjam hatinya berbicara bahwa lelaki ini tidak sedikitpun memperlihatkan bahwa dia butuh seseorang. terlihat bahwa dia sebenarnya baik-baik saja.
teman dekat saya kemudian berbicara.
dari jaman dulu hingga sekarang , yang namanya laki-laki itu diciptakan untuk menjadi kuat. meskipun dalam batinnya dia sedang bersedih ataupun butuh pundak untuk menangis. lelaki yang seringkali mengekspos perasaannya sendiri, seringkali disangka banci.
kata teman dekat saya lagi.
lelaki didunia ini hanya dua macam, "kalo enggak dia banci ya bajingan, kalo enggak gitu dua duanya"..
=)
5.5.11
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar